Dilansirdari Encyclopedia Britannica, korea selatan mengembangkan paham liberalis - kapitalis. Kami sarankan juga untuk membaca artikel yang bermanfaat lainya seperti Korea Utara mengembangkan paham? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.
1. Salah satu faktor meletusnya Perang Dunia II adalah munculnya paham Naziisme. Naziisme memiliki asas perjuangan yang …… a. Nasionalistis, demokratis dan menjunjung nilai – nilai kemanusiaan b. Chauvinistis, demokratis dan mengunggulkan bangsa jerman c. Nasionalistis, demokratis dan sosialis d. Chauvinistis, fanatik dan mengunggulkan ras Aria e. Chauvinistis, fanatik dan mengunggulkan bangsa Eropa 2. Bom atom adalah senjata perang dengan kekuatan yang sangat dahsyat yang pernah digunakan oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri Perang Dunia II. Salah satu bom atom yang dikenal sebagai “Little boy” dijatuhkan pada tanggal 6 agustus 1945 di kota ….. a. Hiroshimab. Nagasaki c. Nagoya d. Kobe e. Tokyo 3. Pada tahun 1940 terbentuklah Pact Poros, yaitu persekutuan antara …… a. Jerman, Rusia, dan Italia b. Jerman, Jepang, dan Italia c. Jerman, Italia, dan Hongaria d. Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis e. Amerika Serikat, Rusia, dan Inggris 4. Pada tahun 1934 Hitler tampil sebagai penguasa baru Jerman bergelar Fuhrer yang artinya ….. a. Pemimpin dunia b. Pemimpin NAZI c. Pemimpin tertinggi d. Pemimpin bangsa asia e. Pemimpin bangsa eropa 5. Dalam Perang Dunia II membagi menjadi dua blok, yakni blok sekutu dan blok poros. Negara – negara yang telah tergabung pada blok poros adalah …… a. Jerman, Inggris, dan Perancis b. Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Inggris c. Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis d. Italia, Jerman, dan Spanyol e. Jerman, Italia, dan Spanyol 6. Facisme pernah melanda beberapa negara di dunia, Facisme lahir dalam masyarakat …… a. Pra demokrasi b. Pasca industri c. Pra demokrasi dan pra industri d. Pasca demokrasi e. Pasca demokrasi dan pasca industri 7. Blok sekutu dalam Perang Dunia II adalah ….. a. Italia, Inggris, dan Perancis b. Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis c. Jerman, Amerika Serikat, dan Rusia d. Jepang, China, dan Australia e. Jerman, Jepang, dan Italia 8. Akibat Perang Dunia ke II adalah …. a. Rusaknya sektor ekonomi dunia b. Hancurnya perekonomian Jerman dan Jepang c. Munculnya Blok Barat dan Blok Timur d. Amerika Serikat muncul menjadi kreditur e. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat 9. Salah satu tujuan PBB adalah ….. a. Semua anggota tidak boleh mencampuri urusan – urusan dalam negeri negara lain b. Memelihara serta mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional c. Setiap anggota PBB mempunyai persamaan derajat dan kedaulatan d. Setiap anggota PBB mempunyai hak dan kewajiban yang sama e. Setiap anggota mematuhi asas – asas dan tujuan PBB 10. Perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam era Perang Dingin ditandai dengan munculnya pakta pertahanan militer NATO yang bertujuan untuk …..a. Menahan lajunya perkembangan komunis di Eropa b. Menahan lajunya perkembangan komunis di Atlantik Utara c. Menahan lajunya perkembangan komunis di Eropa Timur d. Menahan lajunya perkembangan komunis di Tanduk Afrika e. Menahan lajunya perkembangan komunis di dunia 11. Dengan adanya Perang Dingin, Korea terpecah menjadi dua bagian, yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Korea mengembangkan paham …..a. Liberalis – Kapitalis b. Demokrasi– Kapitalis c. Sosialis– Komunis d. Sosialis – Demokrasi e. Sosialis– Kapitalis 12. Untuk menandingi NATO, Uni Soviet membentuk Pakta Warsawa. Di bawah ini termasuk negara anggota Pakta Warsawa, Kecuali ……. a. Belgia b. Bulgaria c. Hungaria d. Cekoslawakia e. Jerman Timur 13. Dalam membendung pengaruh Uni Soviet di Eropa Barat, Amerika Serikat memberikan bantuan ekonomi dan militer dengan nama …… a. Young Plan b. Marshall Plan c. Douwes Plan d. Monroe Plan e. Roosevelt Plan 14. Dalam upaya melakukan detente, telah berhasil ditandatangani Strategic Arms Limitation Talks SALT I tahun 1972, oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet. Keberhasilan SALT I ini dikarenakan ….. a. Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak berani perang secara terbuka b. Amerika Serikat dan Uni Soviet takut terjadi perang besar c. Amerika Serikat dan Uni Soviet mempunyai itikad untuk menghindari terjadinya Perang Dunia III d. Baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet mempunyai itikad untuk menghindari perang nuklir e. Amerika Serikat dan Uni Soviet telah jera dengan perlambaan persenjataan 15. Berakhirnya Perang Dingin ditandai dengan ….. a. Bubarnya NATO b. Bubarnya Pakta Warsawa c. Terbentuknya CIS d. Bubarnya Pakta Warsawa dan Makin Berkembangnya NATO e. Runtuhnya Soviet dan bersatunya Jerman 16. Industri kecil umumnya memiliki ciri – ciri berikut, kecuali ….. a. Upah buruh rendah b. Memerlukan banyak pekerjaan c. Menggunakan alat yang masih sederhana d. Merupakan barang – barang konsumsi e. Dikerjakan di pabrik – pabrik 17. Di bawah ini termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui, kecuali ….. a. Kayu b. Air c. Hutan d. Minyak e. Tumbuh– tumbuhan 18. Tujuan utama didirikannya RRI pada awal mulanya adalah ….. a. Sebagai sarana komunikasi dalam perjuangan b. Untuk media komunikasi antara pemerintah dengan rakyat c. Sebagai hiburan di sela – sela perjuangan d. Untuk membantu perjuangan Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan e. Untuk menghibur para pejuang yang telah berhasil merebut kemerdekaan 19. Di bawah ini adalah peranan media komunikasi dalam pembangunan Indonesia, kecuali …… a. Dapat mengubah sikap dan cara hidup b. Alat penunjang pelaksanaan pembangunan c. Dapat memberikan motivasi kepada masyarakat d. Bukan sebagai alat penilai dari hasil pembangunan e. Alat penyiaran informasi, gagasan, pendapat dan lain – lain. 20. Melalui keputusan Presiden RI. No. 71 tanggal 10 agustus 1995 ditetapkannya sebagai hari …. a. Kebangkitan Bangsa Indonesia menuju Tinggal Landas b. Pencerahan Teknologi Indonesia c. Kebangkitan Teknologi Indonesia d. Kebangkitan Nasional II e. Kebangkitan IPTN 21. Media komunikasi dapat dijadikan alat hiburan rakyat, karena…… a. Dibaca sambil santai b. Berisi cerita komedi c. Dapat meragangkan ketegangan setelah kerja d. Dapat menjadi selingan dalam tugas – tugas penting e. Menjadi sarana yang dapat memotivasi usaha kerja 22. Di bawah ini adalah peranan media komunikasi dalam masa pembangunan Indonesia, kecuali ……. a. Dapat mengubah sikap dan cara hidup b. Alat penyiaran informasi, gagasan, pendapat dan lain – lain c. Alat penunjang pelaksanaan pembangunan d. Dapat memberikan motivasi kepada masyarakat e. Bukan sebagai alat penilai dari hasil pembangunan 23. Munculnya masalah lingkungan hidup disebabkan oleh ….. a. Perkembangan teknologi yang merusak lingkungan hidup b. Tidak seimbangnya antara pengembangan teknologi dan lingkungan hidup c. Munculnya daerah – daerah kumuh d. Inovasi teknologi yang terus meningkat e. Lahan pertanian yang terus berkurang 24. Salah konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah ….. a. Penggunaan sumber daya secara bijaksana b. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam c. Meminimalkan penggunaan sumber daya alam d. Meningkatkan sumber daya alam e. Menjaga agar lahan pertanian tetap lestari 25. Manfaat dikembangkannya iptek adalah sebagai berikut, kecuali ……a. Mendatangkan kemakmuran materiil b. Memperluas lapangan kerja c. Meningkatka hasil produksi d. Mendatangkan kemudahan hidup e. Mendatangkan kemakmuran spiritual 26. Maksud pemerintah memberi nama sistem komunikasi satelit domestik SKSD dengan kata Palapa adalah ….. a. Generasi sekarang diharapkan tidak melupakan sejarah b. Mampu mempersatukan nusantara seperti cita – cita Gajah Mada c. Nama Gajah Mada dikenal oleh dunia internasional d. Banyak bermunculan tokoh – tokoh seperti Gajah Mada e. Sumpah “Amukti Palapa” Gajah Mada dikenal lagi 27. Penemuan pesawat telepon sanagat membantu dan mempermudah aktivitas kehidupan manusia, karena ….. a. Mempercepat aktivitas manusia b. Menunjukkan kemajuan sebuah zaman c. Mempercepat penyampaian informasi d. Mempercepat proses kehidupan manusia e. Memperpendek jarak untuk berkomunikasi 28. Tujuan munculnya komunikasi dalam kehidupan manusia di masyarakat adalah …… a. Menjadi pedoman dalam suatu hubungan dalam masyarakat b. Sebagai alat untuk menyatakan suatu keingian dari seseorang c. Untuk menentukan langkah – langkah kehidupan manusia di masa mendatang d. Untuk mengubah tingkah laku dan pola pikir seseorang dalam masyarakat e. Untuk menentukan nilai – nilai apa yang terkandung hubungan antara sesama manusia dalam masyarakat 29. Pembangunan yang berwawasan lingkungan menjadi tanggung jawab …… a. Masyarakat b. Pemerintah c. Masyarakat dan pemerintah d. Swasta e. Orang perorang 30. Mengolah limbah industri merupakan salah satu upaya untuk ….. a. Kepentingan masyarakat b. Kepentingan perusahaan pemeliharaan lingkungan c. Kepentingan perusahaan d. Kepentingan masyarakat dan pemerintah e. Pemeliharaan hubungan antara masyarakat dan perusahaan Essay 1. Apa dampak Perang Dunia II di bidang ekonomi? 2. Apa yang dimaksud dengan perang dingin? 3. Apa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan terapan? 4. Apa yang dimaksud dengan Satelit Palapa dan kemukakan fungsinya? 5. Sebutkan contoh penemuan dalam bidang iptek empat saja? Related posts 21
Negaraini didirikan tahun 1948 ketika Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet membagi kendali atas Semenanjung Korea setelah Perang Dunia II berdasarkan garis 38 derajat lintang utara sesuai dengan perjanjian yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di mana Uni Soviet di bagian Utara dengan menerapkan paham komunis dan AS di bagian
Korea Utara merupakan salah satu negara yang menganut paham komunisme yang secara turun temurun diwariskan hingga sekarang Mas'oed, 2003. Negara ini merupakan satu-satunya negara yang dinilai tidak memiliki prinsip mengenai kebijakan kepemilikan senjata nuklir. Senjata nuklir pada dasarnya telah banyak menimbulkan permasalahan global dalam bidang militer yang pada akhirnya berkembang menjadi permasalahan politik dan ekonomi. Nuklir dapat berbentuk seperti peluru kendali yang memiliki kemampuan untuk terbang ribuan kilometer yang lebih familiar disebut dengan peluru kendali antar benua. Hal tersebut memperlihatkan bahwa senjata nuklir tersebut memiliki kemampuan daya jangkau yang cukup jauh, ditambah lagi dengan kemampuan merusaknya yang sangat masif Nasution, 1989. Pada masa pemerintahan Kim Jong Il, Korea Utara berhasil membuat berbagai macam senjata yang berkaitan dengan nuklir dengan basis plutonium dalam rangka melakukan pengembangan teknologi nuklir Mas'oed, 2003. Kim Jong Il memberikan pernyataan bahwa Korea Utara sudah memiliki senjata nuklir sejak tahun 1994. Kim Jong Il beranggapan bahwa pengembangan teknologi nuklir tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas pertahanan negaranya, karena ia mengetahui bahwa Amerika Serikat sendiri pun telah memiliki senjata nuklir di Korea Selatan. Korea Utara juga beberapa kali telah mengadakan percobaan terhadap senjata nuklirnya melalui misil-misil yang hingga saat ini dianggap sebagai ancaman yag serius bagi Amerika Serikat dan sekutunya Mas'oed, 2003. Dalam esai ini, Penulis akan mencoba menganalisis kebijakan pengembangan teknologi senjata nuklir di Korea Utara tersebut dengan menggunakan prespektif realisme. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Analisis Kebijakan Perkembangan Nuklir Korea Utara Sebagai Tindakan Offensive dan Defensive dalamMenghadapi Konflik Global Berdasarkan Prespektif RealismeMocahamad Lazuardi Alwi071811233037Departemen Hubungan InternasionalFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas AirlanggaEsai ini ditulis sebagai tugas akhir mata kuliah Teori Hubungan Internasional SOH201Korea Utara merupakan negara yang terletak di semenanjung kawasan asia timur laut yang juga dekat dengantiga negara besar, yaitu Rusia, Jepang dan Cina. Korea Utara merupakan salah satu negara yang menganutpaham komunisme yang secara turun temurun diwariskan hingga sekarang Mas’oed, 2003. Negara inimerupakan satu-satunya negara yang dinilai tidak memiliki prinsip mengenai kebijakan kepemilikan senjatanuklir. Senjata nuklir pada dasarnya telah banyak menimbulkan permasalahan global dalam bidang militer yangpada akhirnya berkembang menjadi permasalahan politik dan ekonomi. Nuklir dapat berbentuk seperti pelurukendali yang memiliki kemampuan untuk terbang ribuan kilometer yang lebih familiar disebut dengan pelurukendali antar benua. Hal tersebut memperlihatkan bahwa senjata nuklir tersebut memiliki kemampuan dayajangkau yang cukup jauh, ditambah lagi dengan kemampuan merusaknya yang sangat masif Nasution, 1989. Pada masa pemerintahan Kim Jong Il, Korea Utara berhasil membuat berbagai macam senjata yang berkaitandengan nuklir dengan basis plutonium dalam rangka melakukan pengembangan teknologi nuklir Mas’oed,2003. Kim Jong Il memberikan pernyataan bahwa Korea Utara sudah memiliki senjata nuklir sejak tahun Jong Il beranggapan bahwa pengembangan teknologi nuklir tersebut diperlukan untuk meningkatkankualitas pertahanan negaranya, karena ia mengetahui bahwa Amerika Serikat sendiri pun telah memiliki senjatanuklir di Korea Selatan. Korea Utara juga beberapa kali telah mengadakan percobaan terhadap senjata nuklirnyamelalui misil-misil yang hingga saat ini dianggap sebagai ancaman yag serius bagi Amerika Serikat dansekutunya Mas’oed, 2003. Dalam esai ini, Penulis akan mencoba menganalisis kebijakan pengembanganteknologi senjata nuklir di Korea Utara tersebut dengan menggunakan prespektif realisme. Realisme merupakan salah satu perspektif utama dalam Hubungan Internasional. Prespektif realisme memilikidasar pemikiran pesimistis di dalam sifat manusia. Manusia memiliki kecenderungan untuk mencapaikepentingannya lalu mempertahankan sekuat mungkin bahkan dengan cara menyerang. Segala cara diusahakanuntuk menciptakan kondisi yang ideal sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini merupakan sifat dasar manusiajika keinginan terbesarnya belum tercapai atau terusik oleh kompetitor lainnya. Karena itu, tidak jarang perkara moralitas dikesampingkan demi mencapai apa yang dicita-citakan. Asumsi kedua adalah sebuah kepercayaanbahwa hubungan internasional tidak jauh dari kata konflik dan penyelesaian utamanya adalah denganberperang. Kaum realis beranggapan bahwa interaksi antarnegara akan selalu memicu konflik dan konfliktersebut dapat diselesaikan dengan berperang karena cara ini dianggap paling tepat. Perang ini yang kemudiandikenal dengan Perang Dunia I. Asumsi ketiga adalah pentingnya pertahanan nasional dan keselamatan negaraserta menjujung tinggi nilai keamanan nasional dan kelangsungan hidup negara. Realisme menganggap bahwadua hal itu menjadi hal pokok yang sangat penting dan esensial sehingga tujuan utama dari negara adalah soalkeamanan. Asumsi keempat adalah keraguan akan perkembangan politik suatu negara jika lingkunganinternasional semakin maju. Kaum realis berpandangan bahwa kemajuan yang dicapai di lingkunganinternasional belum tentu terjadi juga atau bisa diaplikasikan ke kehidupan politik domestik suatu negaraJackson&Sorensen, 1999.Program pengembangan teknologi senjata nuklir di Korea Utara dimulai pada tahun 1956 ketika Korea Utaramenandatangani perjanjian dengan Uni Soviet dalam sebuah kerjasama penggunaan secara damai mengenaienergi nuklir. Dalam program tersebut, Korea Utara mulai mengirimkan beberapa delegasinya untuk menimbailmu di Moscow mengenai pengetahuan nuklir yang bertujuan untuk melatih ilmuwan-ilmuwan dari negarayang memiliki ideologi yang sama, yaitu komunis Uk Heo, 2008. Dengan dimilikinya fasilitas untukmengembangkan teknologi nuklir, maka Korea Utara bisa memproduksi Plutonium dan mulai secara perlahanmenjadi ahli di bidang pembangunan nuklir sehingga presiden Korea Utara saat itu, Kim Il Sung, membuatkebijakan untuk mengembangkan senjata nuklir Bermudez, 1999. Korea Utara selalu beranggapan bahwadengan adanya senjata nuklir, maka Korut akan menjadi negara yang lebih kuat dari Korsel serta dapatmemberikan dampak penggentar bagi Amerika Serikat. Selain itu, dengan dimilikinya senjata nuklir, makaketergantungan Korut atas Uni Soviet dan Cina dapat dikurangi. Senjata nuklir juga secara tidak langsungmemberikan keamanan bagi Korea Utara, mengingat bahwa Korea Utara tidak bergabung dalam komunitasinternasional manapun Kuhn, 2010.Berdasarkan prespektif realisme, kebijakan- kebijakan Korea Utara tentang perkembangan teknologi nukliradalah semata-mata sebagai langkah untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Penulis berasumsi bahwakepentingan nasional yang menjadi tujuan Tiongkok mengandung dua aspek yaitu aspek ekonomi dan Utara merupakan salah satu negara yang bergantung pada sumber pertanian, yang pada akhirnya saatkondisi alam membuat perkembangan di bidang pertanian terganggu, maka saat itu lah kestabilan bagi KoreaUtara juga terganggu. Kemudian, Kim Jong Il membuat suatu kebijakan di bidang ekonomi dan militer. Beliaumembuat struktur konstitusional baru yaitu dengan membuat angkatan bersenjata dengan jumlah yang cukupbanyak untuk melindungi pemerintahan serta melindungi dirinya sendiri Harrison, 2002. Korea Utaramemiliki senjata aktif rudal nuklir dan balistik yang telah dilaporkan pada Dewan Keamanan PBB pada bulanJuli 2006 hingga bulan Juni 2009. Menurut pemerintah Korea Utara, kebijakan mengenai kepemilikan senjata nuklir ini dapat menghasilkan tingkat pertumbuhan yang baik walaupun soal ketahanan pangan, masihbergantung dengan negara lainnya, seperti Amerika Serikat. Pada tahun 1990, pemerintah Korea Utara mulaimelakukan kegiatan perdagangan dan barter, serta nilai mata uang Korea Utara pun harus dapat digunakanuntuk pembelian segala komoditas perdagangan KBS World, 2006.Sedangkan dalam aspek politik, Korea Utara tidak memiliki sahabat baik, sehingga Korea Utara harus selaluwaspada terhadap kondisi apapun yang mungkin akan memberikan kerugian ataupun ancaman bagi KoreaUtara. Maka, senjata nuklir ini lah satu-satunya alat bagi Korea Utara untuk memberikan efek penggentar baginegara-negara lainnya di dunia, termasuk kompetitor utamanya, Amerika Serikat. Maka selama Korea Utaramasih bersikukuh untuk menjadikan negaranya sebagai negara yang berpaham komunis, tertutup dan tidakterlalu berkembang, besar kemungkinannya bahwa selama itu juga kebijakan mengenai pengembanganteknologi senjata nuklirnya akan terus dilanjutkan demi menjaga pertahanan dan keamanan Korea Utara. Susilo2016 menyatakan bahwa berdasarkan kacamata realisme, perilaku negara dalam interaksi hubunganinternasional digerakkan secara rasional oleh kepentingan nasional, terutama kepentingan survival dankeamanan nasional. Di dalam mengejar kepentingan nasionalnya yang berupa survival dan keamanan nasional,negara menggunakan dan mengumpulkan kekuatan power sebanyak-banyaknya. Kekuatan adalah tujuanutama dan merupakan tujuan dalam dirinya sendiri. Dari pernyataan tersebut, aksi Korea Utara dalammengembangkan senjata nuklirnya dapat penulis refleksikan sebagai tindakan untuk mengumpulkan lebihbanyak kekuatan untuk mengejar kepentingannya baik kepentingan ekonomi maupun melihat bahwa hubungan internasional merupakan lahan konflik yang menimbulkan benihpeperangan. Mereka tidak percaya dengan adanya kerjasama internasional yang dapat berlangsung damai danmenguntungkan. Oleh karenanya, kaum realis memiliki self-help system yakni setiap negara dituntut agar bisamempertahankan keamanannya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain karena negara merupakan satuan unittunggal yang berkuasa. Dan tidak ada suatu negara yang serta merta bersedia menjamin kelangsungan hidupnegara lain Dunne&Schmidt dalam Baylis, 2001. Pada masa pemerintahan Kim Jong Un, kebijakan mengenaipengembangan teknologi nuklir sebagai salah satu senjata dalam mendukung pertahanan negara semakinberkembang. Hal tersebut sesuai dengan prinsip realisme bahwa Korea Utara memiliki self-help system. Haltersebut juga dapat ditinjau berdasarkan kapabilitas bertempur dimana Kim Jong Un tetap menggunakan senjatanuklir untuk menunjukkan kapabilitas militernya dalam rangka kesiapan dalam bertempur. Dengan banyaknyanegara-negara yang kontra dengan Korea Utara, maka senjata nuklir ini juga bisa digunakan untuk memberikandampak yang sangat besar sehingga tepat digunakan demi menunjang kemampuan offensive maupun oleh perspektif realisme, sebenarnya setiap negara mempunyai rasa tidak aman akan bisa terjadi kapan saja dan datang dari mana saja. Sistem unipolar tidak lah selamanya karena tidakada kemenangan atau kekalahan mutlak dalam peperangan. Suatu ketika setiap negara akan memperbesardirinya sedangkan negara besar juga bisa melemah kapan saja Wardhani, 2015. Korut juga masih menganut doktrin pertahanan yang terbagi menjadi 2, yatu “Kangsong Taeguk” yang memiliki arti pemikiran mengenaiurgensi dalam membangun negara yang kuat dan sejahtera, serta “Songun Chongchi” yang berarti keutamaankekuatan militer Sagan, 1996-1997Berdasarkan analisis yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa tindakan Korea Utara dalammenerapkan kebijakan pengembangan teknologi senjata nuklir merupakan salah satu bentuk pertahananterhadap kepentingan nasionalnya. Sesuai dengan perspektif realisme bahwa negara memiliki sifat yang egoisuntuk melindungi negaranya sendiri dan untuk mendapatakan kepentingan yang diinginkannya. Seperti yangtelah kita ketahui, hingga sekarang Korut masih mempunyai permasalahan dengan Korea Selatan yangbekerjasama dengan Amerika Serikat. Selain itu, Korea Utara juga secara geografis merupakan negara yangcukup strategis, bahkan bagi Cina, Korea Utara merupakan halaman depan baginya. Dengan Kondisiperekonomian Korea Utara yang dinilai sangat jauh dari mapan, maka bukan hal yang aneh jika Korea Utaramengembangkan teknologi senjata nuklir untuk menjaga sistem pertahanan J. S. 1999. A History of Ballistic Missile Development in the DPRK. Occasiional Paper T. & Schmidt, Brian C., 2001. Realism, dalam, John Baylis & Steve Smith eds. "The Globalization ofWorld Politics", 2nd editions, Oxford, pp. S. S. 2002. Korean Endgame A Strategy For Reunivication and Us Disengagement. USAPrinceton University R., &. Sorensen, G., 1999. Introduction to International Relations, Oxford University World. 2006. Korean Nuclear. Retrieved 8 9, 2016, from Korean Broadcasting System Diakses Pada 7 Juni 2019Kuhn, J. 2010. Global Security Issues in North Korea. Multilateralism in Northeast Asia, pp. M. 2003. Masyarakat Politik dan Pemerintahan Korea Sebuah Pengantar. Yogyakarta GadjahMada University D. 1989. Ilmu Hubungan Internasional Teori dan Sistem. Jakarta S. D. 1996-1997. Why Do States Build Nuclear Weapon? Three Models in Search of A Security, Vol 21, No. 3, pp. 498. Susilo, I Basis, 2016 “Realisme” dalam Dugis, Vinsensio ed.. 2016. Teori Hubungan InternasionalPerspektif-Perspektif Klasik. Surabaya Cakra Studi Global StrategisUk Heo, W. 2008. The North Korean Nuclear Crisis Motives, Progress, and Prospects. Korea ObserverVol. 39 No. 4, pp. Baiq. 2018. Kuliah Teori Hubungan Internasional “Realisme”. Mata Kuliah Teori HubunganInternasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
KoreaUtara menolak ikut serta dalam pemilihan umum yang diawasi PBB yang diselenggarakan di selatan pada 1948, yang mengarah kepada pembentukan dua pemerintahan Korea yang terpisah oleh zona demiliterisasi. Baik Korea Utara maupun Selatan mengklaim kedaulatan di atas seluruh semenanjung, yang berujung kepada Perang Korea tahun 1950.

ArticlePDF Available Abstractp>Keberhasilan Korea Selatan membangun negaranya, terutama pasca Perang Korea di tahun 1950an, membuat dunia terkagum. Sebuah negara yang dahulu dianggap miskin dan terbelah utara dan selatan pasca perang, berubah menjadi sebuah negara yang patut disegani di dunia internasional. Keberhasilan negara ini melakukan reformasi sosial-politik membuat kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintahannya berhasil. Penguatan sektor industri pada kegiatan ekonominya telah menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Diplomasi budaya yang dilakukan pemerintah membuat budaya Korea dikenal dan disukai masyarakat di hampir seluruh belahan bumi. Meningkatnya ekonomi dan pilihan kebijakan yang sesuai, membuat maju bidang pendidikan dan penelitian di negeri itu. Pendidikan dan penelitian yang berkembang membuat sektor pertahanan negara itu semakin kuat. Keberhasilan industri pertahanan dalam negeri untuk mencukup kebutuhan alutsista dalam negeri membuat negara itu mampu bertahan dari ancaman dari Korea Utara, bahkan mampu menjadi eksportir alutsista. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat bagaimana Indonesia dapat belajar dari Korea Selatan terutama dari bidang sosial-politik, ekonomi, budaya, pendidikan dan penelitian, dan juga pertahanan. Hal ini dilakukan agar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk mendukung pertahanan negara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia bidang pertahanan, Indonesia dapat belajar tidak hanya dari bidang pertahanan Korea Selatan, namun juga bidang sosial politik, ekonomi, budaya, serta pendidikan dan penelitian. Kata Kunci konfusianisme, industrialisasi, hallyu, penelitian dan pengembangan, dan industri pertahanan

KoreaUtara mengembangkan paham answer choices liberalis - kapitalis demokrasi - kapitalis sosialis - komunis sosialis - demokrasi sosialis - Kapitalis Question 5 30 seconds Q. Pakta pertahanan yang dibentuk di Asia Tenggara yaitu. answer choices NATO ANZUS SEATO CENTO METO Question 6 30 seconds Q.
Menara Juche di Pyongyang. Jika Sukarno menggagas Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, sahabatnya, Kim Il-sung juga merumuskan sendiri ideologi Korea Utara yang bernama Juche. Dan pada 1965, Juche diumumkan secara internasional di Akademi Ilmu Sosial Aliarcham, Jakarta. Juche atau chuch’e bisa diartikan sebagai berdikari merupakan ideologi resmi Korea Utara. Menjadi pandangan hidup orang Korea Utara serta digunakan sebagai identitas politik negeri itu. Gagasan politik Juche secara bertahap memasukan empat konsep yakni chuch’e, chaju, charip, dan chawi. Keempat konsep tersebut dikembangkan sejak 1950 hingga 1960-an. Konsep “chuch’e dalam pemikiran” muncul pertama kali pada Desember 1955 dalam pidato Kim Il-sung tentang “Menghilangkan dogmatisme dan formalisme dan membangun juche [chuch’e] dalam kerja ideologis”. Ia menyebutkan istilah chuch’e untuk pertama kalinya dan menunjukan perlawanannya pada kebijakan Soviet yang dipimpin Nikita Khrushchev. “Ia menggunakan chuch’e sebagai konsep untuk melawan hegemoni Soviet. Dengan kata lain, benih ide chuch’e ditanam selama perpecahan Soviet-Korea Utara,” sebut Jae-Cheon Lim dalam Kim Jong Il’s Leadership of North Korea. Konsep chuch’e digunakan untuk menghilangkan budaya Soviet yang membanjiri Korea Utara sejak 1945. Juga diharapkan dapat membangkitkan kesadaran identitas nasional Korea Utara. Kim Il-sung juga memanfaatkan gagasan chuch’e untuk membersihkan lawan-lawan politiknya yang ia cap dogmatis atau kutu busuk. Pada 1956, pemerintah Korea Utara mengangkat slogan “Mari wujudkan Chuch’e!”. Rakyat Korea Utara didorong untuk tidak bergantung pada pengalaman revolusi negara lain tetapi atas dasar sejarah revolusioner Korea Utara sendiri, prinsip-prinsip Marxisme-Leninisme, dan kebijakan partai yang dikembangkan secara kreatif. “Substansi utama chuch’e dalam pemikiran’ pada saat itu adalah untuk merebut kembali Korea dan menerapkan prinsip-prinsip Marxisme-Leninisme ke realitas Korea dengan cara yang kreatif,” tulis Lim. Konsep chaju penentuan nasib sendiri muncul berikutnya. Konsep ini terkait dengan urusan luar negeri Korea Utara. Kim mulai menggunakan chaju dalam hubungan diplomatik setelah menghadiri peringatan 40 tahun revolusi Soviet pada Desember 1957. Prinsip-prinsipnya antara lain kesetaraan, penghormatan terhadap integritas wilayah, kemerdekaan nasional, dan non-intervensi. Kemudian dalam pidato peringatan ulang tahun ke-15 Tentara Rakyat Korea pada 1963, Kim Il-sung secara khusus berbicara tentang chaju. Ia mengatakan bahwa tanpa chaju, seorang politisi tidak dapat bekerja untuk rakyat, melainkan hanya menjilat orang lain dan menjadi tangan negara-negara besar serta menjadi konspirator dengan menjual negaranya. Elemen ketiga yakni charip kemandirian dalam ekonomi. Konsep ini berkaitan dengan strategi yang memprioritaskan industri militer. Menurut Kim, intervensi Krushchev dalam perekonomian Korea Utara telah mendorong perlunya charip ekonomi. Sebelumnya, pada Konferensi Partai Pertama 1958, Kim telah menyinggung bahwa charip ekonomi bertujuan untuk membangun ekonomi mandiri, di mana Korea Utara dapat mencari nafkah sendiri dan mendukung diri sendiri. “Belakangan, Kim merinci hubungan antara chaju politik dan charip ekonomi. Tanpa charip ekonomi, chaju politik tidak dapat dipertahankan –hanya keduanya yang bisa menjamin kemerdekaan nasional,” jelas Lim. Konsep terakhir yang diperkenalkan namun tak kalah penting adalah chawi pertahanan diri dalam pertahanan nasional. Kim mengembangkan kebijakan baru pasca pengurangan bantuan militer Soviet di awal 1960-an. Pada Oktober 1963, chawi dalam pertahanan nasional diumumkan melalui pidato upacara wisuda ketujuh Akademi Militer Kim Il-sung. Akhirnya, jelas Lim, gagasan chuch’e yang berisi empat konsep yakni chuch’e, chaju, charip dan chawi diumumkan secara internasional di Akademi Ilmu Sosial Aliarcham, Jakarta pada April 1965. Pada kesempatan itu, Kim Il-sung menjelaskan bahwa “mendirikan chuch’e” adalah prinsip “pemecahan bagi semua masalah revolusi dan konstruksi sesuai dengan kondisi suatu negara dan terutama dengan upaya sendiri”. Kuliah Kim Il-sung yang disampaikan di akademi yang didirikan Partai Komunis Indonesia PKI itu berjudul On Socialist Construction and the South Korean Revolution in the Democratic People’s Republic of Korea. Kim Il-sung menyebut bahwa chuch’e telah ditetapkan sejak 1955 dan terus menerus diperjuangkan secara enerjik agar terwujud. Sejak itu pula, ia mengklaim telah memulai pertarungan melawan revisionisme modern yang muncul dalam kubu sosialis. “Kami telah dengan penuh semangat melakukan pekerjaan ideologis di antara para kader dan anggota partai sehingga mereka semua dapat berpikir sehubungan dengan niat partai, membuat studi mendalam tentang kebijakan partai, bekerja sesuai dengan kebijakan ini dan dengan penuh semangat berusaha untuk penerapannya,” jelas Kim Il-sung dalam kuliahnya seperti termuat dalam Juche! The Speeches and Writings of Kim Il Sung. Kim Il-sung juga berulang kali mempertegas ajakan persatuan di antara negara-negara sosialis, negara-negara yang baru merdeka serta negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk menyingkirkan imperialisme. “Perjuangan Komunis dan rakyat Indonesia yang anti-imperialis, anti-kolonialis konduktif bagi perjuangan bersama rakyat Asia. Rakyat Korea sangat menghargai ikatan dan persatuan mereka dengan Komunis Indonesia dan rakyat Indonesia, dan secara aktif mendukung perjuangan revolusioner mereka,” ujarnya. Dengan mengibarkan panji revolusi, kata Kim Il-sung, “kaum Komunis dan rakyat kedua negara kita akan setiap saat bertarung dalam persatuan yang teguh untuk kemerdekaan nasional, sosialisme, dan perdamaian, melawan kekuatan agresi imperialis yang dipimpin oleh imperialisme
Dalampertahanan nasional, Korea Utara mengembangkan Tentara Rakyat Korea secara signifikan dan, dengan dukungan dari ideologi Songun, menjadi salah satu militer terkuat di dunia, juga menjadi negara yang mampu mengembangkan kekuatan nuklirnya sendiri. › Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memaparkan target keamanan yang baru untuk tahun 2023. Kim menekankan perlunya meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan melihat situasi terkini di Semenanjung Korea dan dunia. AFP PHOTO/KCNA VIA KNSFoto yang diambil pada 18 November 2022 dan dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA pada 19 November 2022 menunjukkan peluncuran rudal antarbenua Korea Utara yang baru "Hwasong Gun 17" di Bandara Internasional Pyongyang. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan pihaknya akan membalas ancaman Amerika Serikat dengan senjata nuklir. SEOUL, RABU – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menetapkan tujuan baru bagi militer Korea Utara untuk tahun 2023 karena ada “situasi menantang yang baru di Semenanjung Korea dan lanskap politik yang lebih luas”. Kim menetapkan arah “perjuangan anti-musuh” dan memperkuat pertahanan untuk melindungi hak kedaulatan dan membela kepentingan itu berarti intensitas uji persenjataan seperti rudal akan meningkat. Selama tahun ini saja, Korea Utara sudah menembakkan rudal dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak peluncuran rudal yang dirancang untuk mengembangkan senjata strategis yang menjadi prioritas utama dalam rencana lima tahun yang ditetapkan kongres Partai Buruh pada awal juga Bulan ”Tersibuk” bagi Korea UtaraTujuan baru ini dikemukakan dalam pertemuan hari kedua Rapat Pleno Keenam Komite Pusat ke-8 Partai Buruh, Rabu 28/12/2022. Kantor berita Korea Utara, KCNA, menyebutkan bahwa Kim menetapkan prinsip-prinsip urusan luar negeri dan arah perjuangan melawan musuh yang harus dipatuhi partai dan pemerintah secara tidak memberikan penjelasan yang lebih rinci. Namun, dari pernyataan Kim terlihat Kim mengindikasikan Korut akan mempercepat pembangunan militernya. “Tujuan target baru ini untuk memperkuat kemampuan pertahanan diri yang akan dikejar tahun 2023 untuk persiapan menghadapi situasi politik yang fluktuatif,” sebut laporan pakar militer menduga, Kim pada akhirnya akan bertujuan menggunakan kemampuan nuklirnya yang ditingkatkan untuk memaksa para pesaingnya menerima Korut sebagai negara nuklir yang sah. Bagi Kim ini penting untuk mencabut sanksi internasional terhadap Korea Utara Kim Jong Un, meletakan setangkai bunga di pemakaman bagi para pahlawan perang pembebasan di Pyongyang, Korea Utara saat peringatan 69 tahun berakhirnya Perang Korea, Rabu 27/7/2022. Selama satu tahun terakhir, Korut sudah menguji senjata nuklir taktis, rudal balistik antarbenua baru, hulu ledak hipersonik, kapal selam bertenaga nuklir, dan satelit pengintai. Ketegangan di kawasan senantiasa tinggi sepanjang tahun ini karena Korut sering menguji coba persenjataan. Bahkan, Korut juga menerbangkan lima pesawat tanpa awak hingga menyeberang masuk ke wilayah Korea berupaya menembak jatuh mereka tetapi gagal dan pemerintahan Korsel sudah meminta maaf untuk itu. Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol, menyerukan pertahanan udara yang kuat dan pesawat tanpa awak siluman berteknologi tinggi agar bisa memantau Korut dengan lebih juga Aksi Pesawat Nirawak Korut dan Jet-jet Tempur China Panaskan Asia TimurSelama pertemuan pleno rapat Partai Buruh, Kim juga mengungkapkan kekurangan-kekurangan yang masih harus dikejar seperti di bidang sains, pendidikan, dan kesehatan. KCNA menyebutkan Kim menyarankan cara-cara untuk mengatasinya dan menekankan tugas-tugas utama yang harus dilakukan tahun juga menjadi agenda utama dalam pertemuan itu karena Kim menghadapi tekanan kuat dari sanksi internasional, dampak dari penguncian atau lockdown, pandemi Covid-19, dan bencana VIA KNSGabungan atas foto-foto yang diambil, Minggu 30/1/2022, dan dirilis oleh kantor berita Korea Utara, Korean Central News Agency KCNA, pada Senin 31/1/2022 ini memperlihatkan uji coba peluncuran rudal balistik jarak menengah dan jarak jauh, Hwasong 12, oleh Akademi Ilmu Pertahanan, Komisi Ekonomi Kedua, dan lembaga-lembaga lainnya di lokasi yang tidak diungkapkan di Korea juga menyinggung mengenai masalah nyata yang dihadapi partai yakni mengendalikan pemikiran, kepentingan, dan ideologi rakyat. Ia membahas perlunya membuat "perubahan mendasar dalam cara berbudaya massa populer dalam ideologi dan kehidupan sesuai dengan revolusi yang intensif dan zaman yang berubah”. Untuk mewujudkan itu, sistem peradilan negara harus memainkan peran kunci dalam menegakkan aturan para petinggi partai, Kim mengatakan para pemimpin partai dan pejabat tinggi lain di semua tingkatan harus tegas mengubah sikap dan gaya kerja mereka agar bisa melaksanakan tugas dengan lebih pleno partai akan berlangsung selama tiga hari ini. Pleno akhir tahun seperti ini biasanya berakhir pada 31 Desember dan laporannya akan dirilis di media pemerintah pada tanggal 1 Januari. REUTERS EditorBONIFASIUS JOSIE SUSILO HARDIANTO
Febru oleh reza sinta Korea Selatan mengembangkan paham? liberalis - kapitalis demokrasi - kapitalis sosialis - komunis sosialis - demokrasi sosialis - Kapitalis Jawaban: A. liberalis - kapitalis Dilansir dari Encyclopedia Britannica, korea selatan mengembangkan paham liberalis - kapitalis.
Sebuah transformasi besar dalam sejarah sedang terjadi di Semenanjung Korea," kata Moon, saat berbicara di Parlemen Rusia di Duma, Rusia, Kamis, 21 Juni 2018. Moon menekankan, sebuah perdamaian yang solid antar Korea Utara dan Korea Selatan akan mampu mengembangkan sebuah perdamaian multilateral dan kerja sama keamanan di kawasan. Awalnyasekutu dekat Stalin dari Uni Soviet, Korea Utara telah mengambil langkah-langkah untuk mengisolasi diri dari sisa gerakan Komunis dunia. Juche, ideologi kemandirian, menggantikan Marxisme-Leninisme sebagai ideologi resmi ketika negara ini mengadopsi konstitusi baru pada tahun 1972. gfHH.
  • jix7m588yi.pages.dev/150
  • jix7m588yi.pages.dev/20
  • jix7m588yi.pages.dev/209
  • jix7m588yi.pages.dev/157
  • jix7m588yi.pages.dev/395
  • jix7m588yi.pages.dev/122
  • jix7m588yi.pages.dev/134
  • jix7m588yi.pages.dev/145
  • korea utara mengembangkan paham